JANGAN HANTUI GURU DENGAN ADMINISTRASI Oleh H.Jamaril, S.Ag,.M.PdI
Guru adalah pendidik yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Karena itu, jangan sampai guru lebih banyak disibukkan dengan administrasi daripada melaksanakan tugas utamanya mendidik anak-anak.
Administrasi pembelajaran memang penting. Perencanaan pembelajaran, perangkat ajar, asesmen, jurnal, dan dokumen lainnya diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional. Namun, administrasi seharusnya menjadi alat untuk membantu guru melaksanakan pembelajaran, bukan menjadi beban yang justru mengurangi waktu dan energi guru untuk berinteraksi dengan peserta didik.
Guru Jangan Dihantui Administrasi
Dalam praktiknya, terkadang guru merasa seolah-olah harus membuat begitu banyak dokumen. Belum selesai satu administrasi, sudah muncul administrasi berikutnya. Akibatnya, waktu guru tersita untuk mengejar kelengkapan dokumen.
Padahal, keberhasilan seorang guru tidak semata-mata diukur dari tebalnya berkas administrasi yang tersusun rapi, tetapi juga dari bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membangun karakter, memahami kebutuhan peserta didik, dan membantu mereka berkembang.
Jangan sampai guru merasa takut mengajar karena memikirkan dokumen yang belum selesai. Jangan sampai guru kehilangan kreativitas karena terlalu sibuk mengejar format. Jangan sampai administrasi membuat guru kelelahan sehingga energi untuk mendidik peserta didik berkurang.
Administrasi penting, tetapi manusia yang dididik jauh lebih penting.
Administrasi Harus Memudahkan, Bukan Memberatkan
Administrasi yang baik adalah administrasi yang sederhana, relevan, efektif, dan benar-benar digunakan dalam proses pembelajaran.
Jika sebuah dokumen dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan pemeriksaan, tetapi tidak pernah digunakan untuk membantu guru merencanakan, melaksanakan, atau mengevaluasi pembelajaran, maka perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap manfaatnya.
Prinsipnya sederhana:
Administrasi dibuat untuk membantu guru mengajar, bukan guru mengajar untuk memenuhi administrasi.
Guru membutuhkan waktu untuk mempersiapkan materi, memahami karakter peserta didik, membuat media pembelajaran, memberikan bimbingan, melakukan evaluasi, serta membangun hubungan yang positif dengan siswa.
Jangan Ukur Profesionalisme Guru Hanya dari Berkas
Guru yang profesional bukan hanya guru yang memiliki administrasi lengkap. Guru profesional adalah guru yang:
hadir tepat waktu dan bertanggung jawab;
menguasai materi yang diajarkan;
mampu menciptakan pembelajaran yang menarik;
memahami karakter dan kebutuhan peserta didik;
memberikan penilaian secara objektif;
mau melakukan refleksi dan memperbaiki pembelajaran;
menjadi teladan dalam sikap dan perilaku;
serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan peserta didiknya.
Administrasi adalah bukti dan alat pendukung profesionalisme, bukan satu-satunya ukuran profesionalisme seorang guru.
Berikan Guru Ruang untuk Bernapas
Guru juga manusia. Guru membutuhkan waktu untuk berpikir, berkreasi, berdiskusi, belajar, beristirahat, dan mempersiapkan pembelajaran dengan baik.
Ketika guru diberikan kepercayaan dan ruang untuk berkreasi, mereka dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup. Sebaliknya, ketika guru terus-menerus dihantui tuntutan administrasi, yang muncul bisa saja bukan kreativitas, melainkan kelelahan dan kejenuhan.
Oleh karena itu, pimpinan sekolah, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan hendaknya membangun budaya kerja yang mendidik, mendukung, dan memberdayakan guru, bukan sekadar menambah beban administratif.
Penutup
Mari kita tempatkan administrasi pada tempat yang semestinya.
Administrasi diperlukan, tetapi jangan sampai administrasi mengalahkan pendidikan.
Guru bukan mesin pembuat dokumen. Guru adalah manusia yang mendidik manusia.
Berikan guru kepercayaan untuk mengajar, ruang untuk berkreasi, kesempatan untuk berkembang, serta dukungan untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Karena pada akhirnya, yang kita harapkan bukanlah tumpukan administrasi yang sempurna, tetapi peserta didik yang tumbuh menjadi manusia berilmu, berkarakter, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.
Jangan hantui guru dengan administrasi.
Dukung guru agar fokus mendidik.
Sederhanakan administrasi, kuatkan pembelajaran, dan muliakan profesi guru.

Komentar